Secondary School Bisakah Mencetak Lulusan Siap Bekerja

Uncategorized

Secondary School, Bisakah Mencetak Lulusan Siap Bekerja? Salah satu dari berbagai masalah yang muncul di Indonesia, khususnya di ibukota Jakarta, banyak menjamurnya pengangguran. Dari mulai yang tidak mengecap pendidikan sama sekali, hanya lulusan SD, SMP, SMA, bahkan yang sudah mengantongi ijazah S1 dan S2 tidak menjamin bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Apa yang salah dengan pendidikan di Indonesia termasuk secondary school?

Apakah sistem pembelajaran di sekolah bisa diubah sehingga mampu mengatasi persoalan bangsa seperti pengangguran berijazah? Sebenarnya bisa saja, asal ada kemauan berbenah dari berbagai pihak, seperti pemerintah dan lembaga pendidikan terkait, serta orang-orang yang berkecimpung di dalamnya. Bukan hanya guru saja, orang tua pun bisa mengambil peran dalam mengentaskan kemiskinan akibat pengangguran yang tak berkesudahan.

Apa peran penting Secondary School Jakarta untuk mengatasi pengangguran?

Perbaiki atau Ubah Mindset

Mindset adalah cara berpikir yang dapat mempengaruhi perilaku dan sikap seseorang. Coba perhatikan bagaimana sekolah selalu mengedepankan prestasi akademik yang berwujud angka semata. Padahal banyak juga siswa mampu berprestasi di bidang non-akademik, seperti olahraga, pidato, menjahit/fashion design, menggambar/melukis, dan lain-lain.

Begitu banyak orang yang saat ini sukses di bidang non-akademik mampu menyejahterakan dirinya dan juga orang lain. Siswa Secondary School Jakarta juga dipersiapkan untuk itu semua. Tidak hanya satu orang, tetapi bisa puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang bisa mereka pekerjakan. Dampaknya, pelan-pelan pengangguran dipastikan berkurang. Oleh karena itu, tidak ada salahnya menyeimbangkan perhatian terhadap pencapaian akademik dan non-akademik.

Fasilitas Ekstrakurikuler

Pekerjaan besar bagi pemerintah dan instansi pendidikan terkait selanjutnya adalah memfasilitasi siswa agar kemampuan yang bersifat non-akademik tersalurkan dengan baik. Siswa-siswa perempuan misalnya, di beberapa sekolah menengah atas, sudah tersedia satu ruang khusus yang diisi dengan puluhan mesin jahit yang bisa digunakan untuk belajar menjahit. Pihak sekolah juga menyediakan guru yang mahir di bidang tersebut.

Begitu juga fasilitas ekstrakurikuler yang ada di Secondary School Jakarta lainnya. Boleh disesuaikan dengan keterampilan-keterampilan mendasar yang dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu, ketika lulus sekolah, siswa-siswa sudah memiliki berbagai keterampilan sebagai bekal untuk mencapai penghidupan yang layak sehingga bisa menyukseskan diri dan keluarga, juga orang sekitar.

Bekerja di instansi pemerintahan maupun swasta boleh-boleh saja. Akan tetapi, tidak menjadi alasan untuk setia menganggur karena menunggu panggilan kerja yang sebelumnya surat lamaran sudah kita layangkan. Memiliki usaha sendiri jauh lebih baik. Walau di awal hanya menerima tempahan pakaian misalnya, bukan tidak mungkin jika ditekuni, usaha tersebut berkembang pesat di kemudian hari.

Tempahan semakin banyak lalu mencoba menjahit pakaian dan memasarkannya sendiri. Ketika sudah banyak peminat, bukan tidak mungkin untuk mempekerjakan orang lain untuk membantu menjalankan usaha tersebut. Sukses itu pada hakikatnya bukan hanya sendirian, tetapi juga ketika berhasil membantu membuat orang lain menjadi sukses juga. Hal inilah yang juga dipersiapkan pada siswa Secondary School Jakarta.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*